Sebagai seorang manusia, aku selalu memiliki pertanyaan dalam diriku. Berjuta-juta pertanyaan telah menghiasi benakku. Tidak tahu mengapa, tetapi bertanya adalah sesuatu yang aku senangi. Bukannya aku merasa bodoh (karena terus bertanya-tanya), aku hanya merasa bahwa pertanyaanku adalah sumber pengetahuan dan informasiku. Menurut aku, memang lebih baik menjadi orang bodoh yang selalu berusaha untuk mencari pengetahuan daripada orang yang merasa dirinya pintar padahal dia tidak tahu apa-apa. jujur saja, aku tidak suka kepura-puraan. Memang sebagian besar pertanyaanku berasal dari hasil refleksi pribadiku sendiri. Mengapa bukan dari lingkunganku? Atau pertanyaan yang muncul karena orang lain? Hal ini karena aku merasa bahwa banyak hal yang ada dalam diriku yang (sebenarnya) tidak aku ketahui. Seperti misalnya, mengapa aku bisa berada dalam situasi seperti ini? mengapa aku tidak mengatakan “tidak” terhadap sesuatu yang tidak aku kehendaki, atau mungkin mengapa aku bernama “Fredeswinda Sukma Dwi Jayanti”?.
Kalau aku boleh mengajukan pertanyaan dan bukannya bermaksud untuk memberontak atau tidak terima atas eksistensi diri ini, sebenarnya aku ingin bertanya pada diriku “hei, makhluk yang ada di dalam diri seorang winda, sebenarnya siapa kamu? Makhluk sejenis apakah kamu ini?”
Tidak tahu sejak kapan aku memiliki pertanyaan ini? tetapi yang jelas setiap kali pertanyaan ini muncul, saat itu pula aku selalu terdiam untuk mencari tahu jawabannya. Dan sampai sekarang aku tidak pernah menemukannya.
Jika aku adalah seorang manusia, sebenarnya apakah definisi manusia itu sendiri? Banyak orang yang menjawab bahwa manusia itu adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari darah, daging, dan tulang, dia memiliki cipta, rasa dan karsa. Tapi apakah hanya sesederhana itukah? Sampai sekarang belum ada seorangpun yang memberiku jawaban yang memuaskan ketika aku bertanya mengenai arti “manusia” secara harafiah.
Jika “aku” adalah seorang Fredeswinda Sukma Dwi Jayanti, bukankah nama itu hanyalah sebuah atribut? Ya, atribut manusia untuk memaparkan dan mendeklarasikan identitasnya. Singkatnya, nama digunakan oleh “aku” untuk mebedakan “aku” dari manusia yang lain. Bagiku, tidak masalah jika “aku” memiliki nama atau tidak. Toh pada kenyataannya jika “aku” tidak memiliki nama, “aku” tetap akan eksis di dunia ini. Itupun jika Tuhan tidak memanggilku.
Jadi, siapakah “aku”? “kita”? apakah “aku”? apakah “kita” ? apakah “aku” adalah manusia? Seperti yang selama ini telah dikatakan oleh orang-orang. Manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki cipta, rasa, dan karsa. Apakah hanya itu? Sekarang jika manusia memiliki cipta, mengapa ada plagiarism di dunia ini. lalu, jika manusia memang memiliki cipta, apakah itu memang sudah mendeterminasikan bahwa manusia berhak untuk menciptakan apa saja? Termasuk Kloning? Apakah kita benar-benar memiliki cipta, ataukah saat ini kita sedang mencoba untuk menentang hukum Tuhan sebagai Maha Pencipta? Mungkin pemikiran ini terlalu absurd dan hiperbol. Namun begitulah kenyatannya. Lalu bagaimana dengan rasa? Rasa yang berasal dari dalam hati. Jika memang manusia memiliki rasa, mengapa saat ini banyak manusia yang tidak memiliki perasaan? Pembunuhan, penindasan, pemerkosaan, pencabulan, kemunafikkan, dll. Rasa yang seharusnya menjadi sesuatu yang sangat essensial dalam diri kita, sepertinya hanyalah sebuah fatamorgana. Semu. Tidak bersuara. Karsa. Kehendak. Kemauan. Will. Apakah itu semua? Tidakkk!!!! Tidak ada itu karsa. Kehendak. Kehendak untuk menuju perbaikan. Kehendak menuju pencerahan. Kehendak menuju perubahan. Kehendak untuk mewujudkan kedamaian. Kehendak untuk melakukan segalanya yang baik bagi diri “kita” dan manusia lain.
Sampai saat ini dan entah sampai kapan, mungkin pertanyaan ini akan selalu singgah dalam benak seorang “aku”. Mungkin juga, bagi beberapa orang yang membaca tulisan ini agak tidak setuju dengan apa yang “aku” tulis. Namun begitulah pertanyaan yang “aku” anggap liar ini. inilah… sebuah pertanyaan yang harafiah dan menurut “aku” ini sangat fundamental.
Minggu, 10 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar