Minggu, 10 Agustus 2008

HIM...AND...HERSELF...(PATHETIC)...

DIA...

Tak pernah aku duga sebelumnya bahwa pada saatnya aku akan merasakan kepergiannya. Merasakan bahwa dia tidak lagi berada di sampingku, menemaniku dalam menjalani keseharianku atau memelukku dalam kedinginanku. Tak pernah kusangka sebelumnya jika kepergiannya akan secepat ini. Dan tak pernah aku sadari sebelumnya, bahwa ternyata...saat ini...AKU BENAR-BENAR MEMBUTUHKANNYA!!! seperti dia membutuhkan aku, orang yang dia sayang...
Kemarin, baru saja aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasa. Perasaan yang utuh mengisi ruang hatiku yang selama ini tak berpenghuni. Dia datang kepadaku tanpa pernah aku harapkan sebelumnya. Dia datang tanpa pertanda, sekalipun aku pernah mencoba untuk menebaknya (tapi itu tidak berhasil). Dia datang kepadaku dengan membawa sebuah nafas kehidupan yang baru. Membawaku terbang tinggi hingga aku menyadari bahwa aku hanyalah bagian terkecil dari dunia yang luas ini. Membukakan mata hatiku bahwa di dunia ini banyak hal yang belum aku tahu, bahwa sesungguhnya aku hanyalah manusia bodoh yang tidak mengerti tentang beratnya kehidupan. Melihat hal-hal kecil yang besar adalah kegemarannya dan itu sekarang amat sangat mempengaruhi cara pandangku dalam kehidupan ini. Mengangkat hal yang sebenarnya kurang menarik di mata masyarakat, tetapi baginya itu adalah sebuah modal besar untuk mengubah dunia. Dia mengajarkanku banyak hal, mengajarkan dari bagaiamana caranya bernafas dalam kesesakkan, mengajarkan tentang bagaiamana caranya merangkak di atas bebatuan yang terjal, hingga mengajarkan bagaimana caranya bertahan dalam kesekaratan (baca: dying). Dan yang terakhir tadi adalah pelajaran yang paling berharga. Kesekaratan pemikiranku yang belum terbuka akan hal lain di luar dunia yang selama ini aku kenal.
Kini aku menyadari satu hal di saat dia telah pergi. Kini aku baru menyadari bahwa aku mulai MENCINTAI dia. Bukan lagi sayang seperti yang selama ini aku katakan padanya. Entah, aku tidak tahu perasaan ini muncul sejak kapan. Tetapi anehnya, cinta ini baru aku rasakan setelah dia tidak lagi berada di sampingku. “Aku cinta kamu...”, adalah kalimat yang tidak pernah aku ucapkan kepadanya. Meskipun aku tahu bahwa dia mengharapkan akan ada secuil kata tentang cinta yang keluar dari mulut kecilku. Aku takut untuk mengatakan itu karena aku tahu saat itu yang aku rasakan bukanlah cinta melainkan hanya perasaan sayangku padanya. Aku tidak mau mendustai perasaanku sendiri. Tetapi kini... aku baru menyadari itu semua dan itu sudah terlambat...Dia sudah tidak lagi berada di sampingku...Dia telah pergi jauh... dan aku hanya bisa berharap bahwa dia akan kembali lagi ke sangkar hatiku... suatu saat nanti.
time i`ve been patient for so long....
how can i pretend to be that strong...
looking at you baby...
feeling it`s true... baby...
if i`m asking you to hold me tight....
then it`s gonna be all night....
it`s gonna be love...
it`s gonna be real...
it`s gonna be more then i can take...
it`s gonna be me baby...
it`s gonna be you baby...
it`s gonna be ...LOVE....
Tuhan...dia telah berhasil meraih hatiku meskipun jujur saja itu tidak pernah aku minta dan harapkan. Aku tidak tahu mengapa ini terjadi kepadaku. Bukan aku yang mengundang cinta untuk datang kepadaku, melainkan cinta itu datang di saat aku memang benar-benar membutuhkannya. Tuhan.... benarkah ini semua? Atau hanya khayalanku saja?? inikah realita yang harus aku hadapi dan pada akhirnya akan aku rasakan hingga ke ubun-ubun. Apakah ini berjalan sesuai dengan rencana-Mu ataukah...memang aku yang telah mengatur ini semua? Aku sama sekali tidak paham dengan ini semua Tuhan.
Dia... seperti apa yang selalu kuinginkan...terimakasih Tuhan...kau mengirimkan dia untukku, untuk membuka hatiku kembali...

Tidak ada komentar: