diam membisu dalam keheningan... itulah yang telah kulakukan selama ini. aku tidak tahu kemana harus kulampiaskan beban pikiranku yang menumpuk bagaikan tumupkkan sampah di Bantargebang. kamarku yang penuh sesak dengan berbagai perabotan tak berguna, selalu diam membisu ketika kulampiaskan berbagai amarah yang mendera. lemari, dinding, pintu dan jendela... mereka tidak dapat menanggapi apa yang telah kusampaikan. hanya derik cicak yang dari tadi kudengar. sepertinya memang dialah yang selama ini menjadi teman setiaku.
penuh,,,, sesak.... arghhhhh....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ada apa ini??? mengapa mereka selalu menjerumuskan aku ke dalam sebuah doktrin-doktrin (yang ku anggap) sesat. doktrin mengenai cinta yang semu. doktrin agama yang selama ini pula telah memojokkanku pada pemikiran-pemikiran yang bersifat absolut dan kurang berguna bagi kehidupan imanku sendiri. dogma menegnai agama yang disampaikan oleh orang-orang yang lebih tua dari ku... namun tidak dalam hal kedewasaan. mengapa jika memang agama diciptakan untuk menjembatani kebimbangan manusia dalam mencari Tuhannya, sekarang malah yang ada adalah... agama dijadikan sebuah praktek-praktek politik pemerintah???
jika memang agama diciptkan sebagai sarana bagi manusia untuk saling mencintai, mengapa yang ada sekarang adalah agama dijadikan sebagai alat untuk MENGHALANGI CINTA?????
bila cinta memang ada di antara manusia, maka menurut saya,,, agama berada dalam posisi yang kedua.... bukannya menganggap bahwa agama tidak penting. tetapi agama bagiku adalah sebuah hal yang harusnya hanya dapat menyentuh ranah pribadi / personal masing-masing pengikutnya. tidak perlu kita menunjukkan identitas keagamaan kita. karena agama bukanlah IDENTITAS.
agama memang diperlukan bagi umat manusia sejauh agama menjadi sebuah sarana bagi manusia untuk berperikemanusiaan dan memanusiakan manusia yang lainnya....
dalam negara yang plural dan majemuk ini, tentu apa yang kita butuhkan sebenarnya adalah bukan hanya mempelajari agama yang kita anut saja. melainkan kita juga memiliki hak untuk mepelajarai agama lain di luar keyakinan kita. tetapi tampaknya, paham bahwa "kita harus mempelajari dan memperdalam agama kita!!" cukup menjerumuskan kita (sebagai warga negara dalam sebuah bangsa yang memilki kemajemukkan). keadaan ini diperparah dengan adanya intervensi dari pihak pemerintah (eksternal) sebagai oknum yang dianggap memiliki otoritas. melalui kebijakannya, pemerintah "menyarankan" bahwa sejak TK sampai SMA, pelajar wajib mempelajari pelajaran agama sesuai dengan apa yang dianutnya. bagi ku, jelas itu sebuah bentuk pemaksaan. mungkin kita tidak pernha sadar, bahwa sebenarnya kita memiliki hak untuk mempelajari agama-agama lain di luar agama yang kita yakini. tetapi, kita tidak pernah tahu akan hal tersebut. seolah-olah ketidaktahuan kita adalah hal yang memang disengaja dan lumrah. mungkin, itulah settingan pemerintah.
mempelajari hanya satu agama (agama yang kita anut), nantinya akan menimbulkan fanatisme sempit dan eksklusive. kita jadi kurang menghargai pendapat dari agama-agama lain yang seharusnya hal tersebut dapat memperkaya ranah pengetahuan kita sebagai makhluk Tuhan yang bercipta, rasa, dan karsa. melihat hal ini, sudah saatnya bagi kita untuk membuka mata terhadap paradigma yang baru. paradigma bahwa sesungguhnya agama tidak dapat mengkotak-kotakkan kita sebagai umat manusia yang secara kodrati saling membutuhkan, saling mengasihi, dan saling mencintai.
jadi,, agama saya... CINTA!!!!!!!!!!!
Selasa, 17 Juni 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
